Pemilu, Sushi, Kereta api

7 07 2009

Sudah jam 8.15 langsung saya pergi menuju ke TPS dengan niat menjadi penyontreng pertama se jawa barat (lebih cepat lebih baik hehehehe (^o^)). tetapi niat itu langsung runtuh saat melihat orang-orang tua sedang duduk menunggu giliran menyontreng. “sial ternyata pagi-pagi udah rame banget” pikirku. Setelah menunggu giliran selama 30 menit dan akhirnya tiba saatnya menyontreng, dengan wajah kurang meyakinkan akhirnya saya memilih juga pilihan saya (mudah-mudahan dapat membawa indonesia lebih baik (-_-)).

Pada siang hari nya selesai menyontreng, saya manfaatkan sisa beberapa jam libur saya dengan bermain game, lalu tiba-tiba saya mendapatkan sms dari teman saya yaitu si bang rur isinya ngajak main sekaligus menepati janjinya yang pada hari sabtu kemaren sempat tertunda, yaitu traktir-traktir (yes… akhirnya ditepati juga (^O^))

yah… menjelang pergi saya menyempatkan dulu menonton film angel and demon mumpung masih ada waktu 2 setengah jam lagi sebelum jam 3 (baru nonton pertama kali hehehe, maklum klo urusan film kurang up to date).

lalu setelah selesai menonton langsung saya pergi menuju yang telah dijanjikan. Ternyata saya datang kepagian yang baru menunggu disana baru si bang rur. lalu kami berdua pun menunggu para penjahat ngaret tersebut. mereka yaitu: si karyudi (kyu), isa, arif, renzo/renoido (nama samarnya, entah lah knp ngga mau disebut nama aslinya).
setelah akhirnya semua orang telah berkumpul kecuali karyudi yang memang sedang berhalangan hadir  kami langsung berangkat menuju ke braga. karena kami sudah sepakat mau makan-makan direstoran jepang yang terletak di daerah braga, lalu sampai kami menyempatkan diri untuk berjalan- jalan sejenak terlebih dahulu. karena jam sudah menunjukkan pukul 5.30 WIB, kami langsung bergegas menuju kerestoran jepang tersebut tanpa menyadari kalo restoran tersebut harganya lumayan mahal.

seperti biasa mumpung makannya dibayarin oleh teman saya maka saya pastinya memilih menu-menu yang rada asing, salah satunya menu ****** ( lupa lagi namanya, tetapi isinya berupa sushi, tempura, dan makanan jepang lainnya yang tak dikenal dalam 1 porsi). p berhubung lidah saya masih lidah lokal dan lebih menyukai makanan-makanan daerah. sehingga makanan ikan rada setengah matang ato mentah juga masih asing dilidah saya sehingga makannya juga jadi eneg. ternyata yang eneg bukan hanya saya saja  tetapi ke empat teman saya juga eneg saat memakannya ahahaha ternyata semuanya makan dengan penuh derita juga (lidah lokal juga ^_^;).

Selesai makan direstoran jepang dengan beberapa kejadian-kejadian konyol dan harga makanan yang lumayan bikin dompet menipis bagi si pentraktir.  lalu setelah itu kami dengan tidak ada kerjaan berjalan kaki dari braga menuju ke station KA. dan saat sampai disana si arif malah membeli tiket KA dan ngajak nongkrong di kursi tunggu peron kereta api (sungguh emang ngga ada kerjaan kan >_<). setelah beberapa menit menongkrong di Stasion KA dengan ngga jelas, akhirnya kami mulai bubar dan kembali ke rumah masing-masing.  oh’ya terima kasih bwt bang rur yang sudah mentraktir.. sering-sering aja yah.. hehehe


Tindakan

Information

Tinggalkan sebuah tanggapan